Kajian Perubahan Tata Busana Pengantin Tradisional Wanita Dikabupaten Pesisir Selatan

Dira Febryanti, Yuliarma Yuliarma

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan busana pengantin tradisional ke bentuk busana modern hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman, pengaruh teknologi dan perkembangan mode. perubahan seperti pada tata busana  baik dari segi busana, pelengkap serta aksesoris yang digunakan saat prosesi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan busana pengantin tradisional wanita di kabupaten pesisir selatan meliputi perubahan tata busana, pelengkap, dan aksesoris. Hal ini dikhawatirkan pakaian pengantin tradisional wanita tidak diketahui oleh generasi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis data primer dan data sekunder. Selanjutnya teknik analisis data melalui reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada teknik keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan, triangulasi, pengecekan sejawat dan auditing.Hasil penelitian ditemukan bahwa 1) tata busana (a)Baju yang semula baju kurung basiba sekarang baju kurung pas badan.(b)Kain yang dulunya menggunakan kain sarung songket balapak sekarang menjadi songket meteran atau kain yang sama dengan bahan baju. b)pelengkap tokah berupa selendang panjang berwarna biru yang di silangkan di dada sekarang tokah praktis diletakan dibahu.c)Aksesoris sunting yang disusun sekarang menjadi sunting praktis, dan perhiasan seperti kalung rumah gadang, kalung panyiaran, gelang gadang, sekarang berupa kalung cakiak, gelang india.

Keywords


Perubahan, Busana Pengantin, Pesisir Selatan

Full Text:

PDF

References


Asnan, Gusti. (2003). Kamus Sejarah Minangkabau.Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM).

Agusti, Efi. 2015. “Pakaian Pengantin Dalam Perkawinan Masyarakat Minangkabau Padang.” Humaniora 53 (9): 158.

Ernawati dan Nelmira, Weni (2008). Pengetahuan Tata Busana. Padang: UNP PRESS.

Fitriana, Rahayu. 2014. “Studi Tentang Busana Pengantin Tradisional Kurai Bukittinggi.” Procedia Manufacturing 1 (22 Jan): 1–17.

Hidayat. (2021). "Tren Perubahan Busana Pengantin" Jurnal Fashion Trends, halaman 45-56

Harmelia, Cindi, and Yuliarma Y. 2021. “Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat.” Gorga : Jurnal Seni Rupa 10 (2): 515. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.29093.

K. N. Arifovna and I. S. Ilhomovna, “Characteristics of Uzbek Embroidery,”Eur. J. Res. Reflect. Educ. Sci., vol. 7, no. 2, pp. 591–594, 2019.

Misnawati, Tri. 2021. “Busana Pengantin Tradsional Di Kabupaten MukoMuko Provinsi Bengkulu” 11 (1): 92–105.

Melamba, Basrin. 2012. Sejarah dan Ragam Hias Pakaian Adat Tolaki di Sulawesi Tenggara. Mozaik Jurnal Ilmu Humaniora Volume 12 No. Juli- Desember 92-204. https://media.neliti.com/media/publications/340581-makna-simbolik-pakaian-adat-mamasa-di-su-083e3e30.pdf

Permata sari, Desi. 2015. “‘Studi Tentang Busana Pengantin Melayu Jambi Di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi,’” 6.

Putri Ayu, Y Yuliarma. 2024. “Kajian Bentuk Dan Makna Busana Pengantin Wanita Di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar” 11 (September).

Rizki. 2012. PLK Seminar. Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desgin Indonesia Telkom. Diakses pada tanggal 3 desember 2016 . diambil dari

www.digilib.stisitelkom.ac.id

Saifur Rohman, Hermeneutik. 2013. “ Panduan Ke Arah Desain Penelitian Dan Analisis” Yogyakarta : Graha Ilmu,65.

https://etheses.iainkediri.ac.id

Siandari, Apriliasti, (2013). Makna Simbol Pakaian Adat Pengantin Suku Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta Program Studi Pendidikan Seni Rupa

https://media.neliti.com/media/publications/340581-makna-simbolik-pakaian-adat-mamasa-di-su-083e3e30.pdf

Susanto. (2019). "Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Busana Pengantin" Jurnal Komunikasi Fashion, halaman 78-89

Yuliarma. (2016. “Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana.” Edisi Pertama:Jakarta Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT).

Yuliarma. (2021). Sulaman Benang Emas Tradisional Minangkabau. Padang: UPTD Museum Adityawarman.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/dikdaya.v15i1.754

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Dikdaya
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi
Telepon. 0741-667089 | e-mail: dikdaya.unbari@gmail.com