Analisis Semiotika Ulua Nang Bajawek pada Adat Pernikahan Muara Bungo di Desa Koto Jayo

Ferna Vandini, Ade Kusmana, Ade Bayu Saputra

Abstract


Penelitian ini membahas makna semiotika Ulua Nang Bajawek pada adat Pernikahan Muara Bungo di Desa Koto Jayo. Ulua Nang Bajawek merupakan tradisi menyerahkan pengantin laki-laki kepada pihak keluarga pengantin perempuan. Sebelum arak-arakan, lembaga adat mendatangi rumah pengantin laki-laki untuk menyerahkan keris beserta diiringi sebuah pepatah. Setiap pepatah yang disampaikan mengandung makna mendalam, bukan sekadar ungkapan, melainkan simbol nilai budaya dan ajaran moral. Setelah itu, keris diserahkan kembali kepada pihak perempuan setelah semua prosesi dilaksanakan, lalu pengantin dibawa ke pelaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mennganalisis makna yang terkandung dalam setiap prosesi Ulua Nang Najawek menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotaso, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Roland Barthes untuk mengungkap makna dalam setiap prosesinya. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa setiap tahapan dalam prosesi adat pernikahan Ulua Nang Bajawek mengandung makna yang mendalam. Dari hasil analisis, peneliti menemukan sebelas makna, baik denotasi maupun konotasi, pada setiap tahapan prosesi tersebut. Selain itu, terdapat mitos yang juga menjadi bagian dari makna yang terkandung dalam prosesi ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa prosesi Ulua Nang Bajawek bukan sekadar sebuah prosesi dalam sebuah tradisi, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. prosesi ini menekankan pentingnya kesiapan, penghormatan , dan kebersamaan dalam membangun ikatan keluarga dalam masyarakat Melayu Jambi di Desa Koto Jayo.


Keywords


Adat Pernikahan; Semiotika; Ulua Nang Bajawek

Full Text:

PDF

References


Anugrah, D. (2016). Analisis Semiotika Terhadap Prosesi PernikahanAdat Jawa “Temu Manten” di Samarinda. eJournal lmu Komunikasi, 4 (1).

Fatimah. (2020). Semiotika dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat. Gowa:Tallasa Media.

Khoiri, A., & Iswatingsih, D. (2022). Analisis Tanda pada Adat Pernikahan Masyarakat Bugis-Bone Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.

Kusuma, P.K.N., & Nurhayati, I.K. (2017). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Ritual Otonan di Bali. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(2), 195-217.

Lantowa,J. Marahayu, N.M. Khairussibiyan, M. (2023). Semiotika Teori, Metode dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Sleman: CV Budi Utama.

Lagarense, B. E., Tombeng, M., Kadamehang, G., Londar,M. (2023). Analisis Upacara Adat perkawinan Taninbar Sebagai Atraksi Wisata Budaya di Kabupaten Maluku Barat. Jurnal Ilmu Pariwisata. 2964-4682.

Manjato, A., Saputra., A.B. (2020). Kajian Strutural-Semiotik Novel Orang Miskin Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo. Jurna Lateralisasi. (Vol.8, No.1)

Muharromah, M. N., & Zaidah, N. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tradisi Siraman dalam Pernikahan Adat Jawa di Aksara Wedding Organizer Semarang. Jurnal Ranah Research. R2J, 6(5). https://doi.org/10.38035/rrj.v6i5

Nuraida, A., Hermansyah, T, Nasich (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Prosesi Pernikahan Adat Sunda “Sawer Penganten” . Jurnal Bimas Islam, 16(1). Jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi.

Nurhayati, S., Fadlan, A,. Syukri, A(2022). Analisis Semiotika Terhadap Prosesi Pernikahan Adat Jawa “Temu Manten” di Dolok Ilir I Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik. (Vol. 9, Issue 1).

Patrisia, R., Cuesdeyeni, P., Nurachmana,. A., Diman, P., Misnawati. (2023). Analisis Semiotika Terhadap Prosesi Ngamuan Gunung Perak Pada Upacara Pernikahan Adat Dayak Maanyan Di Kabupaten Barito Timur. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Mateandrau) (Vol 2, No. 1)

Purba, A. (2023). Metodelogi Penelitian. Jambi : Komunitas Gemulun Indonesia.

Rahma, M. P. (2022). Filosofis dan Nilai Nilai Keislaman Dalam Seloko Melayu Jambi Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Jambi. Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, 1(3), 65–73.

Sinaga. P.S., Djunaidi, B., Diani, I. (2021). Semiotika Umpasa Bahasa Batak Toba: Pendekatan Roland Barthes. Jurnal Ilmiah Korpus, 5(1). https://doi.org/10.33369/jik.12600

Yuliyani, A. P. (2023). Peran Hukum Adat dan Perlindungan Hukum Adat di Indonesia. In Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains (Vol. 02, Issue 09).




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/dikdaya.v15i2.786

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Dikdaya
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi
Telepon. 0741-667089 | e-mail: dikdaya.unbari@gmail.com